Workshop Fotografi DKM


Di Taman Merdeka Kota Metro, duapuluhan kamera mencari objek, mengintai, dan membidik sasarannya siang itu. Matahari yang bersinar terik pun seperti kehilangan daya sengatnya, seolah tenggelam oleh semangat dua puluhan orang yang tanpa lelah mencoba mengabadikan momen-momen puitik dalam satu dua jepretan yang akurat. Mereka adalah peserta pelatihan Fotografi yang dihelat Dewan Kesenian Metro (DKM), 23-24 Agustus 2014.

Foto telah menjadi kebutuhan manusia modern, seperti kereta ekspres, perkembangan dunia fotografi terus melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga dapat dipastikan bahwa dunia foto telah menjadi bagian yang cukup penting dalam kehidupan masyarakat, setiap orang ingin mengabadikan moment- penting dalam hidupnya.
Masyarakat sekarang adalah masyarakat yang gemar memotret atau dipotret, dengan menggunakan kamera ataupun telepon genggam. Akan tetapi penguasaan akan alat (skill), dan wawasannya masih sebatas dokumentasi, dan cara pengambilannya pun masih seadanya. Melihat gejala tersebut, maka dapat diketahui bahwa apresiasi dan minat masyarakat terhadap dunia fotografi pada dasarnya sangat tinggi, bahkan dapat dinyatakan bahwa fotografi sudah menjadi sebuah kebutuhan, berdampingan dengan kebutuhan hidup yang lain.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan masyarakat lebih menyukai komunikasi visual dalam bentuk foto atau video daripada kata-kata yang berbentuk tulisan. Hal ini dikarenakan komunikasi visual lebih mudah dipahami dan dicerna maksud dan tujuannya karena deskripsi tentang sesuatu hal dapat tergambarkan secara jelas dan cepat.

Demikianlah dasar pemikiran DKM menggelar workshop fotografi di Aula Dinas Pendidikan Kota Metro, Sabtu—Minggu (23-24/8). Workshop yang diikuti 20-an peserta itu menghadirkan Simon Abdurrahman dan Budi S. Saputra sebagai mentor. Pada pertemuan hari pertama diisi dengan pembekalan teori tentang filsafat seni (estetika) oleh Oyos Saroso HN dan dasar-dasar fotografi oleh Simon Abdurrahman.

Ketua Komite Film dan Photografi DKM, Edy Suranto DKM sambil menyeka keringat mengatakan bahwa workshop fotografi akan terciptak perkumpulan atau asosiasi fotografer di Kota Metro, sebuah momen untuk silaturahmisejumlah fotografer yang berdomisili di kota yang terkenal sebagai Yogyanya Lampung ini. Oleh karena itu peserta juga diberi pemahaman akan pentingnya komunitas baik sebagai tempat belajar bersama maupun untuk kepentingan yang lebih besar lainnya.

Jika dicermati, baanyak peristiwa penting dan menarik di Kota Metro yang tentu saja sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Workshop pu diadakan agar fotografer Metro bertambah wawasannya. Selain menguasai dasar-dasar fotografi, diharapkan mereka juga bisa menghasilkan foto yang selain media dokumentasi juga mengandung nilai seni yang tinggi.
Edy Suranto mengaku, meskipun jumlah peserta tidak banyak tetapi pihaknya bersyukur karena semua peserta antusias mengikuti workshop. Latar peserta pun beragam, ada yang berasal dari kalangan pelajar SMA, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB), mahasiswa, guru, PNS di Pemkot Metro, wartawan, dan bahkan warga biasa yang ingin mengembangkan keterampilan fotografi untuk bisa meningkatkan kinerja bisnisnya.

Jika dicermati, baanyak peristiwa penting dan menarik di Kota Metro yang tentu saja sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Workshop pu diadakan agar fotografer Metro bertambah wawasannya. Selain menguasai dasar-dasar fotografi, diharapkan mereka juga bisa menghasilkan foto yang selain media dokumentasi juga mengandung nilai seni yang tinggi.
Edy Suranto mengaku, meskipun jumlah peserta tidak banyak tetapi pihaknya bersyukur karena semua peserta antusias mengikuti workshop. Latar peserta pun beragam, ada yang berasal dari kalangan pelajar SMA, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB), mahasiswa, guru, PNS di Pemkot Metro, wartawan, dan bahkan warga biasa yang ingin mengembangkan keterampilan fotografi untuk bisa meningkatkan kinerja bisnisnya.

Hal tersebut diamini Fajar Eri Setiawan, peserta yang sehari-hari bekerja di Setda Pemkot Metro yang mengaku sangat terkesan dengan pelatihan fotografi yang digelar DKM. Ia yang semula sekadar hobi motret dan kerap kesulitan memanfaatkan fasilitas kamera, kini semakin mahir dan mengenal beberapa tekni dan cara pengambilan gambar yang artistic. Sehingga ia pun merasa lebih percaya diri.

Pelaksanaan workshop berlangsung santai tapi tetap serius dan fokus dengan materi yang diajarkan. Narasamber yang memberikan materi merupakan orang yang ahli dalam bidang fotografi sehingga materinya bisa diterima peserta dengan cepat. Tanpa canggung pemateri bisa melebur dengan peserta. Pemateri menggunakan bahasa ringan dan metode pengajaran yang seimbang antara teori dan praktek pas porsinya. Selain kegiatan indoor, workshop dilaksanakan outdoor. Dan tempat yang dijadikan objek pembelajaran praktik dari workshop fotografi ini adalah salah satunya adalah Taman Kota Metro.
Banyak pembelajaran mengenai dunia fotografi yang didapat dari pelatihan ini. Materi yang diajarkan tidak hanya untuk orang-orang yang memang sudah mahir dalam fotografi, yang masih dibilang amatir atau pemula juga dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Karena materi yang diberikan oleh narasumber bermula dari pengenalan terhadap kamera, memahami penggunaannya, memahami dan menguasai dasar-dasar fotografi, memahami persiapan dalam memulai fotografi dan menguasai teknik serta komposisi dalam fotografi.

Kegiatan ini dimaksudkan agar SDM kota Metro, khususnya orang yang ingin menekuni dunia fotografi mendapatkan pemahaman dan keterampilan yang memadai mengenai ilmu fotografi secara teori maupun praktiknya, sehingga guna menunjang perbaikan dan terbukanya peluang kerja. Pada akhir dari kegiatan ini juga diadakannya penilaian dari hasil foto yang dikumpulkan peserta selama kegiatan, sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi.

Sumber : http://buletinbudayakotametro.web.id

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar