Workshop Musik Tradisi Lampung

 

Talo balak adalah alat musik tradisional Lampung yang paling umum dan sering digunakan untuk mengiringi tari tradisional lampung, alat ini juga termasuk alat yang fleksibel untuk mengiringi berbagai tari kerasi lampung. Talo balak terdiri dari kulintang 12 buah, gong besar dan kecil, gendang, gender, dan gujeh atau bisa ditambahia alat lain seperti rebana atau kulitang pehing. Alat musik talo balak juga adalah alat musik pengiring yang paling sering digunakan pada acara-acara serimonila atau acara adat, maklum alat ini lah yang bisa di mainkan ketika menarikan tari penyambutan tamu atau tari sigeh panguten, tari yang juga dipelajari disekolah-sekolah dan kampus di kota Metro.

Pagelaran tari di acara-acara di kota Metro selama ini lebih banyak mengunakan iringan kaset atau CD, hal ini memang sangat praktis dan kecil sekali kemungkinanm membuat kesalahan pengiringan sebab CD atau kaset merupakan rekaman yang dibuat oleh pemain musik profesional sebelumnya. Alasan lain mengunakan rekaman adalah efisiensi , sehingga paara penata tari (kreografer) di Metro lebih memilihnya ketimbang diiringi musik live langsung dari talo balak, alhasil alat ini semakin jarang terlihat di publik walau suaranya sering kita dengar.

Dalam dua tahun terakhir Disdikbupora Metro mencatat banyak sekolah dan beberapa perguruan tinggi serta sanggar masyarakat yang sudah memiliki alat ini, namun karena sumberdayamanusia yang mampu memainkan talo balak yang masih sangat jarang, akhirnya alat tersebut lebih banyak disimpan digudang, alhasil alat ini menjadi mubazir dan cendrung akan berkarat karena jarang digunakan dan dirawat.

Beranjak dari realitas di atas, maka pada pengujung tahun ini Dewan Kesenian Metrro menggelar pelatihan musik tradisional Talo balak pada 26-27 Desember 2014 di Nowo Budaya Metro, Dwi Widodo, Wakil Ketua Dewan Kesenian Metro (DKM) megatakan sasaran pelatihan kali ini adalah para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin mempelajari talo balak, Undangan dikirim perkelompok yang terdiri dari 5 oarang siswa dan seorang guru seni budaya, syarat lainya nya adalah mereka memiliki alat talo balak tersebut,agar setelah pelatihan mereka dapat berlatih kembali disekolahnya.

Pada pelatihan kali ini Dewan Kesenian Metro menugaskan Antoni Marzuki dan Susanto sebagai narasumbernya, Anthoni adalah pemain Talo balak yang memiliki banyak pengalaman bermain musik alat tradisional Lampung, baik di level nasional maupun pentas di mancanegara. Pada pelatihan ini akan dikenalkan berbagai bunyi yang dikeluarkan oleh alat tersebut dan bagimana mengharmonisasi alat tersebut hingga dapat mengiringi sebuah tarian.

Sumber : http://buletinbudayakotametro.web.id

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar