Kemah Teater Metro
Di dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 mengulas tentang inovasi dan sistem Pendidikan Nasional. Salah satu bentuk inovasi ini adalah dicanangkannya pendidikan karakter pada setiap proses pendidikan. Dari fungsi dan tujuan yang ingin dicapai, pendidikan karakterharus dipersiapkan dan dilaksanakan dengan benar serta melibatkan setiap pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan.
Pada konteks ini, dunia teater memiliki sinkronisasi dengan dunia pendidikan. Sebab, keduanya sama-sama memiliki target dalam mengembangkan tiga ranah, yakni afektif, kognitif dan psikomotorik. Teater adalah lingkungan yang kaya untuk mengolah dan mengoptimalkan tiga aspek tersebut, baik pada kerja-kerja penciptaan mau pun kerja-kerja pengelolaan (manajerial).
Ketua Pelaksana Kegiatan Kemah teater, Ray Mengku dari Komite Teater Dewan Kesenian Metro (DKM), di sela-sela acara mengemukakan bahwateater atau drama sebagai seni pertunjukan yang di dalamnya memungkinkan berbagai disiplin seni lain untuk terlibat di dalamnya—multi disiplin. Berbagai jenis seni yang lain seperti, musik, tari, seni visual, dan sastra. Serta bidang ilmu lain yang dimanfaatkan: filsafat, sejarah, psikologi, sosial, pendidikan, politik dan lain sebagainya. Pendeknya aktifitas-aktifitas yang mengolah dan mengembangkan aspek-aspek intelektual, emosional, dan fisikal.
Selain multidisiplin teater adalah seni kolektif. Pada sebuah produksi teater ada banyak orang yang terlibat di dalamnya. Secara garis besar kerja teater terbagi menjadi dua bagian. 1) Tim Artistik: sutradara, aktor, penata cahaya, kostum, setting, make-up, kru panggung dan lain-lain. 2) Tim Produksi: pimpinan produksi, sekretariat, humas dan publikasi, stage manager, penggalangan dana, dan sebagainya.
Proses teater juga bisa dipahami sebagai sebuah proses organisasi (bentuk kerja kolektif; di mana segala macam orang dengan segala macam fungsinya tergabung dalam suatu koordinasi yang rapi, dan juga mencakup juga pengertian sampai batas-batas yang sentimentil), seperti halnya diri manusia itu sendiri, atau layaknya seperti sebuah negara. Keberhasilan suatu pertunjukan teater dapat juga sebagai keberhasilan suatu seni organisasi; baik organisasi penyelenggaraannya (manajerial) maupun segi seni-seninya (penyutradaraan, penataan set, permainan, musik dan unsur-unsur lain).
Teater adalah ajang pelatihan diri dan pengasahan dalam memaknai kehidupan, mengarahkan individu agar berdisiplin, bertanggung jawab, jujur, melatih kemampuan bekerjasama dan rasa percaya diri, serta pembentukan kepribadian tanpa paksaan. Yang jujur dan selalu berpihak kepada hati nurani. Dalam teaterr yang dieksplorasi adalah watak manusia, problem manusia dan cara mengatasi problem-problem itu. Untuk menggali perwatakan manusia itu sangat dibutuhkan daya pemahaman kekayaan pengalaman batin dan fleksibilitas tubuh dan emosi. Potensi teater mengijinkan kita memasuki dan menyerap aspirasi dan motivasi masyarakat yang ingin mengembangkan diri. Melalui seni pemeranan kita bisa mengerti apa dan siapa diri atau melihat diri kita berhubungan dengan orang lain. Sebagaimana tujuan utama bagi pendidikan dan kehidupan adalah untuk meningkatkan imajinasi, emosi, intelektualitas dan bagaimana menjadi manusia dengan pengertiannya yang terluas yang bisa dirambahnya. Untuk mencapai tujuan itu tak ada karya seni lain yang memiliki potensi lebih besar daripada teater. Karena teater menundukkan kemanusiann menjadi subjek dan umat manusia menjadi media dasarnya.
Kemah Teater yang diselenggarakan oleh Komite Teater DKM di aula STKIP PGRI Metro, selama tiga hari (4–6/9) mencoba memposisikan teater di tempat yang semestinya, teater dapat dijadikan metode pembelajaran untuk menumbuhkan kepercayaan diri bagi seseorang, khususnya peserta worshop yang mayoritas mahasiswa.
Kemah teater merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk para pekerja, penikmat dan pelaku seni khususnya teater, dapat memupuk persaudaaran yang kuat di antara para peserta. Dan tujuan diselenggarakannya kemah teater ini, sebagai proses persemaian budaya kepada pelaku seni dan mahasiswa dalam upaya menanamkan wawasan kebangsaan, membekali pengetahuan untuk mengedepankan hidup damai dalam budaya, serta menumbuhkembangkan karakter dan jatidiri yang baik kepada masyarakat seni yang ada di Metro.
Sumber : http://buletinbudayakotametro.web.id/

0 komentar :
Posting Komentar