Pecinta batu Akik dan Batu Mulia Metro Gelar Pameran
Ratusan orang dari berbagai kalangan usia berdesak-desakan, mulai dari anak muda hingga kalangan yang sudah tua, baik laki-laki maupun wanita berebut melihat batu-batu akik dan permata yang di pamerkan oleh para kolektornya, walau mereka hanya dapat melihat di luar kaca etalase namun itu tak mengurangi rasa kagum mereka terhadap keindahan dan daya tarik berbagai batu mulia dan batu nusantara. Pameran batu akik yang baru pertama kali di gelar ini di helat halaman Gedung Wanita Kota Metro (24 – 27/3/,14), Pameran yang dibuka Oleh Sekda Metro, Drs. Ishak ini Diikuti tak kurang dari 30 peserta yang berpartisipasi mengelar dagangannya, peserta mayoritas adalah pedagang batu di kota Metro, ada beberapa juga yang hadir dari Tanjung Bintang (lamsel), Jakarta,Garut (Jabar) dan Batu Raja (Sumsel).
Di sudut lain tampak para penghobies batu ini asik menyinari batu- batu bongkahan bahan untuk digosok unyuk di bentuk cincin atau liontin, dan nampaknya tak kurang dari 20 menit untuk memutuskan apakah batu tersebut akan di beli atau tidak. Pengunjung memilihnya dengan mengunakan senter sambil membolak balik batu tersebut seperti sedang meniliti kebersihan batu tersebut, para pengunjung seperti tidak terlalu memperdulikan waktu di arena pameran yang di gelar oleh pencinta batu akik Metro (Metro Gems Lovers) ini.
Sauasana sore hari juga tak kalah ramai dengan suasana pagi dan siang hari, Jika di pagi hari banyak pengunjung dari kalangan muda namun di sore hari banyak pengunjung dari kalangan tua tak mau ketinggalan untuk melihat koleksi-koleksi batu akik yang dipamerkan dan dijual, tampak Juga Walikota Metro juga hadir di lokasi pameran, sambil mengunakan dua batu mulia yang di dapatnya dari seorang rekannya di Amerika Lukman Hakim berkeliling memotivasi para pelaku ekonomi kreatif Metro ini, tak ketinggalan para pejabat kota Metro juga mengiringi, walau kebanyakan dari mereka baru betanya-tanya dan melihat-lihat saja, namun hal ini cukup membesarkan hati para peserta.
Sausana yang menarik lainya adalah hampir semua pengunjung yang hadir menyaksikan pameran ini mengunakan batu akik dengan ukuran-ukuran besar, seperti tidak mau kehilangan moment para pengemar batu akik ini juga mengunakan jari-jari mereka sebagai media pajangnya,alhasil banyak pengunjung yang mengunakan batu untuk hingga 4 sampai 6 buah di kedua belah tangannya. Hendroza, warga kauman salah seorang kolektor batu mulia merespon acara ini dan mengatakan “acara seperti ini sudah lama kami tunggu dan nantikan, sebab selama ini juga belum ada ajang untuk saling bersilathurahmi antar pengemar batu akik di Metro, minimal kami bisa saling lihat koleksi rekan- rekan yang lain” ucapnya.
Penerangan yang kurang maksimal pada malam hari tak juga menyurutkan para pengunjung pameran batu mulia dan akik ini, para pedagang yang melelang dan para peserta lelang seperti tidak memperdulikannya, maklum batu yang akan dilelang tersebut sudah di pajang panitia sejak siang, jadi para peserta lelang umumnya sudah mengetahui item yang kan mereka ikuti pada lelang di malam harinya. Beragam harga transaksi pada malam lelang yang berakhir pada puku 11 setiap malamnya ini, mulai dari harga 100 ribu hingga 3 juta, namun yang paling ramai peminatnya untuk harga lelang di bawah 500 ribu, Ibu Lela seorang kolektor batu lokal dari Metro mgatakan sengaja menungu lelang di malam hari karena disiang hari dia sudah mensurvey batu yang dia minati, alhasil dengan uang 2 juta dia bisa membawa pulang 3 buah cincin dan 2 liontin, pada harga normal cincin dan dan liontin berbahan batu bacan dan sungai dareh itu tentu tak akan dia dapat.
Ketua Pelaksana kegiatan Rifian Al Chepy, mengatakan “munculnya kegiatan ini spontan saja, secara kebetulan kami ada kegiatan Pameran lukis, dan komunitas pencinta batu kaik Metro juga ingin membuat pameran dengan segala keterbatasannya, sehingga kami sepakati untuk dilaksanakan bersama di lokasi ini, Jadi kami sumbangan sukarela saja untuk mengelar acara ini, sekaligus juga mengenalkan potensi ekonomi kreatif yang ada di kota Metro, harapannnya Pemda melalui SKPD yang menangani ekonomi kreatif bisa menangkap peluang ini”, terangnya pada penutupan lelang di hari terakhir kegiatan.
Sumber : http://buletinbudayakotametro.web.id/

0 komentar :
Posting Komentar